LDII News

Islam Ajarkan Umatnya Saling Menghormati

Posted on: September 1, 2008

Ketua PBNU Prof Dr KH Said Agil Siraj MA mengatakan, umat Islam diperintahkan bukan hanya untuk beribadah saja namun juga diminta meningkatkan perekonomian untuk kepentingan hidupnya.

”Jika ekonominya mapan maka ibadahnya akan menjadi tenang,” kata Said Agil dalam tabligh akbar yang diselenggarakan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Mesjid Al Huda, Widodaren Petarukan, Pemalang, Senin (20/8).

Tabligh akbar yang diikuti ribuan pengunjung itu juga dihadiri Ketua DPP LDII H Hartono Riadi dan Wakil Bupati H Junaedi SH MM.

Menurut dia, menjadi umat Islam itu, bukan hanya ibadah melulu atau hanya mencari ekonomi tanpa ingat pada Allah. Keduanya harus seimbang. Kalau itu berjalan tidak seimbang, seperti hanya ibadah saja tetapi perutnya lapar, maka perekonomian masyarakatnya hancur sehingga kriminalitas akan muncul di mana-mana.

Selain itu, menurut dia, Islam mengajarkan umatnya untuk saling menghormati kepercayaan pada orang lain. Rasullullah sendiri, kata dia, ketika melihat ada jenazah orang kafir lewat saat akan dimakamkan, juga menghormatinya.

Artinya, Nabi menghormati kepada jenazah itu yang akan menghadap kepada Tuhan. Dengan saling menghormati, maka orang yang hidup di suatu wilayah akan bisa hidup rukun dan tenang meski kepercayaan berbeda.

Ketua DPP LDII Hartono Riadi mengakui warga LDII sudah banyak menjadi teladan, namun diakui belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, masalah tersebut menjadi tugas ormasnya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk adanya pembinaan terhadap sekitar 20 nara pidana di Nusakambangan yang dihukum penjara mati, kini juga dibina oleh warga LDII agar mereka bisa tobat dan minta ampun serta mau beribadah.

”Masih untung bagi mereka yang sudah mendekat ajalnya jika mau tobat dan beribadah,” ujarnya.

Bupati Pemalang, HM Machroes SH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Junaedi SH mengatakan LDII Pemalang telah menunjukkan peranan berarti dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat di wilayahnya.

Diakui atau tidak, ormas keagamaan itu telah mendapat tempat dan pengakuan masyarakat. Melalui berbagai program dan kegiatannya, masyarakat telah merasakan manfaatnya termasuk tabligh akbar itu. (cn/broto) Sumber: http://www.menkokesra.go.id/content/view/4875/39/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 12,038 hits
%d blogger menyukai ini: